Air yang memancar deras dari makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsy di Cikini, Jakarta Pusat, merupakan air tanah. Semburan itu dianggap fenomena alam biasa saja karena kawasan Cikini-Kwitang dikenal memiliki sungai dalam tanah.
PT Palyja mengirimkan petugasnya ke Makam Keramat Cikini untuk mengecek asal muasal air yang keluar dari tempat tersebut. Dari uji kimia sederhana, terbukti air tersebut bukan berasal dari pipa PAM yang bocor.
Hari Sabtu (3/7/2010) ini warga masih menyemut di lokasi air yang dianggap keramat di makam Habib Abdurahman Bin Abdullah Al Habsy di Cikini, Jakarta Pusat. Mereka masih penasaran dengan air yang menyembur di makam itu, sebagian lagi masih mengambil airnya.
MisteriĀ 'air barokah' sebutan para warga Kwitang untuk mata air yang muncul dari makam Habib Abdurahman Bin Abdullah Al Habsy mulai terkuak. Air tersebut diduga berasal dari pipa air milik PT Palyja.
Semburan air tiba-tiba saja keluar dari tanah makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi, Cikini, Jakarta Pusat, yang sudah dikeruk. Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya akan mengecek apakah ada sambungan pipa air di sekitar makam itu.
Warga sekitar lokasi makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi, Cikini, Jakarta Pusat, ramai-ramai mengambil air semburan dari tanah makam. Namun air tanah makam tersebut dinilai najis oleh Majelis Ulama Islam (MUI).
Jalan raya Porong, dari data yang dihimpun BPLS telah mengalami penuruanan 90 cm. Bahkan, jalur provinsi yang menghubungkan Surabaya-Malang ini setiap harinya mengalami penurunan 5 cm.
Terjadi kehebohan di kawasan Cikini, tepatnya di Jl Inspeksi Kali Ciliwung Jakarta Pusat. Air bersih menyembur dari makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi atau yang terkenal disebut 'Mbah Ali Kwitang'.
Meledaknya anjungan minyak di Teluk Meksiko mendapat perhatian Presiden AS. Bahkan, Obama membentuk panel independen mengatur pembayaran dan memastikan dana itu dibagikan merata kepada rakyat sebagai suatu situasi darurat ekologis.