Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, di sektor riil, pembenahan perlu diprioritaskan pada upaya perbaikan komposisi produk ekspor.
Keuangan inklusif ini berfokus pada pengembangan inovasi berbasis teknologi digital untuk membantu masyarakat mengakses dan memanfaatkan layanan jasa keuangan.
Di tahun depan, Indonesia masih harus menghadapi ketidakpastian perekonomian global yang tinggi. Bahkan, ketidakpastian tersebut cenderung akan semakin kompleks.