Hujan deras di pagi hari melahirkan genangan dan kemacetan lalu lintas. Untunglah genangan yang terpantau tidak terlalu banyak, hanya ada dua titik saja.
Akibat hujan yang terus mengguyur selama sepekan, jalanan di Jakarta mulai mengelupas. Kerusakan jalan dari lobang kecil hingga menganga, sehingga mengakibatkan rawan kecelakaan.
Pemprov DKI Jakarta kerahkan Satpol PP atasi kemacetan lalu lintas yang menjadi dampak pemadaman listrik. Mereka membantu jajaran Polda Metro Jaya di titik rawan macet.
Lampu merah Arion yang terketak di perempatan Jl Pemuda-Arion Plaza kacau. Lampu hijau dari arah Pulogadung menuju Pramuka merahnya lama sekali. Akibaynya jadi macet (Rioreza)
Jalan Pramuka raya macet total disebabkan ada kebakaran di daerah Pasar pramuka. Terlihat asap tebal dari jalan salemba raya. Hindari perempatan salemba raya arah Jl pemuda karena masih belum bisa dilewati (Nopa Krismanto)
Terkait spanduk 'JK = Jerigen Kosong' yang telah lenyap pada hari ini, Jumat (3/7/2009), Ketua DPD Partai Golkar Jabar sekaligus Ketua Tim Kampanye JK-Wiranto Jabar Uu Rukmana menyatakan hal itu karena pihaknya telah melaporkan ke KPU dan Panwaslu.
Spanduk 'JK = Jerigen Kosong' yang kemarin sempat terlihat di sejumlah titik di Kota Bandung, hari ini, Jumat (3/7/2009) sebagian telah lenyap. Tidak diketahui secara pasti siapa yang menurunkan spanduk tersebut, namun diduga spanduk diturunkan sejak kemarin, Kamis (2/6/2009).
Spanduk yang menyidir Capres JK bertebaran di sejumlah titik di Kota Bandung, Kamis (2/7/2009). Dalam spanduk tersebut ditulis JK adalah singkatan dari Jerigen Kosong. Spanduk tersebut seakan menyindir kebijakan konversi minyak tanah ke gas elpiji.
Ada pemandangan lain dari biasanya pagi ini di beberapa perempatan serta trotoar di Kota Bandung. Suporter Persebaya atau biasa disebut Bonek (bondo nekat) yang datang sejak kemarin, terlihat mengamen di perempatan dan tiduran di trotoar jalan.