Presiden Putin siap pasok minyak dan gas ke Eropa, namun dengan syarat bebas sanksi. Ini menyusul lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.
Tekanan ekonomi meningkat seiring pembatasan Iran terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Namun, memblokir perdagangan juga merugikan perekonomiannya.
Perang di Timur Tengah membuat harga minyak-gas meroket. Timbul kekhawatiran akan menipisnya pasokan. Menteri Energi Qatar memperingatkan konsekuensi serius.
Kementerian Keuangan AS memberikan dispensasi 30 hari bagi India untuk membeli minyak Rusia tanpa sanksi, guna menjaga pasokan global dan meredakan harga.
China sedang berunding dengan Iran agar kapal pengangkut minyak mentah dan gas alam cair (LNG) milik Qatar bisa mendapatkan jalur aman melewati Selat Hormuz.
Sebagai sekutu utama Iran, potensi runtuhnya rezim dapat mengancam kepentingan geopolitik dan ekonomi Rusia. Lantas, mengapa Rusia tidak kunjung membantu Iran?