Partai NasDem menargetkan masuk tiga besar di Pemilu 2029. Konsolidasi organisasi dan ideologi restorasi jadi fokus utama untuk mencapai kemenangan di pemilu.
Fenomena Rojali dan Rohana tidak menandakan krisis daya beli, melainkan perubahan perilaku belanja masyarakat yang harus direspons dengan kebijakan adaptif.
Abolisi dan amnesti lebih banyak mengandung pertimbangan politis daripada pertimbangan yuridis dengan label kepentingan negara. Maka, perlu penjelasan publik.
Kepergian Kwik Kian Gie tentu membuat kita kehilangan satu dari sedikit ekonom publik yang mampu menggabungkan intelektualitas dengan nilai dan keberanian.
Dengan mempertimbangkan prinsip normatif dan temuan empiris tersebut, maka alasan transformasi perilaku memilih konsisten dengan langkah revisi UU Pemilu.