Pasukan keamanan Myanmar menembak mati seorang pengunjuk rasa antikudeta. Di sisi lain, pemerintah Australia mengonfirmasi dua warga negaranya ditahan.
India mengeluarkan perintah yang menyatakan mereka mengambil "langkah kemanusiaan" dan "memberikan bantuan", termasuk merawat pengungsi terluka dari Myanmar.
Manajer pabrik jahit di Myanmar mengaku khawatir apakah bisa membayar gaji karyawannya. Meski dia telah menyiapkan gaji satu bulan, dia khawatir ke depannya.
Para tenaga kesehatan Myanmar ikut turun ke jalan melangsungkan protes usai angka kematian terus bertambah. Mereka turun sejak fajar untuk hindari konfrontasi.
Uni Eropa akan beri sanksi kepada para pejabat junta militer Myanmar karena kudeta. Beberapa sanksi seperti pembekuan aset hingga larangan visa akan diberikan.