Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (10/6/2008) ini ditutup menguat ke posisi Rp 9.320 per USD. Penguatan ini lebih dikarenakan penjagaan Bank Indonesia agar rupiah tidak merosot.
Nilai tukar rupiah bergerak menguat meski masih tipis menjelang Rapat Dewan Gubernur BI yang akan dilaksanakan siang ini. Ekspektasi kenaikan BI Rate 25 hingga 50 basis poin membuat mata uang ini makin optimistis.
Meski Badan Pusat Statistik umumkan inflasi tembus dua digit, nilai tukar rupiah sepertinya tak terlalu terpengaruh dengan hal itu. Berdasar data BPS, inflasi sampai dengan Mei 2008 secara year on year mencapai 10,38 persen dan untuk bulan Mei sendiri mencapai 1,41 persen.
IHSG melemah tipis di akhir perdagangan pekan ini karena inflasi sedang menantikan angka inflasi. Sektor pertambangan masih menjadi fokus dan penggerak pasar.
Kurs rupiah Rabu (28/5) sore berada menguat pada Rp 9.320 per dollar AS. Membaiknya nilai rupiah karena pelaku kembali membeli rupiah. Aksi beli rupiah terpicu oleh membaiknya pasar saham regional
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan sore ini, Selasa (27/5/2008) akhirnya menguat 25 poin pada posisi Rp9.325 per dolar AS daripada pembukaan pada pagi tadi yang anjlok di posisi Rp9.370 per dolar AS.
Mata uang rupiah akan mengikuti mata uang kawasan yang pagi ini kebanyakan menguat. Rupiah punya peluang menguat meski hanya dikisaran yang tipis karena pelaku pasar masih bersikap hati-hati menjelang pengumuman kenaikan BBM.