Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, perubahan kebijakan ini tidak ada kaitannya dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kenaikan harga obat dipicu melemahnya rupiah, berdampak pada industri farmasi. Solusi seperti akses kredit dan digitalisasi apotek diperlukan untuk bertahan.