Kunjungi Biak, tinggal lah dengan penduduk di desa dan kampung dan ceritakan bagaimana nikmatnya makanan alami dengan proses memasak alami ala orang Biak.
Melihat upacara bakar batu di Desa Obiah membawa saya mundur ke masa lampau. Ternyata, di zaman Facebook ini, masih ada praktik kebudayaan purba yang setia dijaga.
Berjalan kaki menyusuri Sungai Baliem berbalut pemandangan menarik selama perjalanan. Tak salah lagi, ini adalah jalur trekking terindah yang pernah saya lakukan.
Nasi bakar mungkin terlihat biasa, tapi kalau disajikan dengan sambal belut dan dibakar dalam bambu? Hmm.. tentu unik rasanya! Dinikmati dalam keadaan hangat sambil dimanjakan dengan suasana yang nyaman, hmm.. siapa mampu menolaknya?
Dalam perjalanan balik eksplorasi darat Pulau Sabang sore itu, secara tak sengaja kami berhenti di sebuah tikungan di turunan bukit Ceut Batu Singa, 7 Km dari pusat kota Sabang.
Kondisi jalan yang buruk memaksa warga Bulak Banteng Wetan dan Madya, Kelurahan Sidotopo melakukan unjuk rasa. Mereka lakukan dengan menanam pohon pisang di tengah jalan tanah berbatu.