Variasi ayam goreng memang tak kunjung habis. Tapi ayam goreng yang satu ini memang memuaskan. Ukuran ayamnya sedikit lebih besar, luarnya garing, bagian dalamnya lembut gurih. Belum lagi taburan kremes yang sangat royal. Dengan cocolan 3 macam sambal plus nasi uduk yang gurih, 3 potong ayam gorengpun ludes sekejap!
Pepes tahu yang gurih dan kikil yang empuk paling enak jika disantap dengan nasi putih pulen yang mengepul hangat... Belum lagi diselingi gigitan rempeyek udang yang krenyes...krenyes garing. Ditambah empal gepuk empuk yang dicocol dengan sambal tomat segar. Rasanya? hmm... raos pisan!!
Sajian ndeso Gunung Kidul yang tandus ini mampu mengobati rindu. Nasi merah pulen hangat mengepul, disiram sayur gurih lombok ijo yang pedas-pedas manis. Dinikmati sambil duduk bersila di atas bale-bale bambu beralas tikar, luar biasa sedap! Tentu saja ditambah empal, babat dan iso yang diungkep, empuk dan gurih plus belalang goreng yang kres...kres!
Udang goreng super renyah buatan bu Rudy ini memang kini jadi oleh-oleh wajib kalau mampir ke Surabaya. Untung saja kami tak perlu jauh-jauh ke Surabaya untuk mencicipi udang goreng ini. Udang yang renyah ini paling 'top' dicocol dengan sambal cabai rawit bawang merah yang super pedes! Apalagi jika dimakan dengan nasi hangat, rasanya? Huah...huah... uenak tenann!!
Nasi timbel komplet rasanya paling pas buat pengobat perut lapar. Apalagi disantap dengan tangan, plus cocolan sambal gandaria yang pedas dan segar. Setelah menggigit ikan asin jambal roti ternyata kami memang tak bisa berhenti. Tahu goreng, tempe goreng dan bakwan jagung yang hangat mengepulpun licin tandas!
Hidangan home cooking gaya Semarangan ini memang melipur rasa kangen kampung. Bukan hanya racikan hidangan yang miroso tetapi juga penuh ranjau. Dari sayur gudeg yang gurih legit wangi sampai sambil sambal tempe yang puuedesss, membuat kami berlelehan keringat dan makan lagi dan lagi!
Bukan hanya karena masih bersuasana Idul Fitri, sesuatu yang berbau ndeso selalu membangkitkan nostalgia kampung yang luar biasa. Ya, demi sepotong nostalgia dan seribu alasan, akhirnya sepiring sego pecel khas Madiun mampu melipur rasa kangen kampung. Yang ini memang benar-benar sedep mantep!
Kata seorang teman, mencari steak di Bandung tidak sulit. Dari warung tenda sampai resto berbintang punya aneka steak andalan. Tetapi, mencari steak yang benar-benar enak ternyata tak mudah. Akhirnya kami 'terpaksa' menikmati beefsteak yang overcooked dan terlalu asin.
Kata seorang teman, mencari steak di Bandung tidak sulit. Dari warung tenda sampai resto berbintang punya aneka steak andalan. Tetapi, mencari steak yang benar-benar enak ternyata tak mudah. Akhirnya kami 'terpaksa' menikmati beefsteak yang overcooked dan terlalu asin. Padahal kami menikmatinya di ketinggian Lembah Pakar di resto yang tergolong populer dan laris manis!