Ulah brutal dan kriminal sejumlah geng motor akhir-akhir ini bukan saja meresahkan masyarakat. Tindakan mereka yang kerap menebar ketakutan juga mengganggu kenyamanan dan keberadaan sejumlah klub pecinta sepeda motor (bikers club) resmi.
Ulah brutal sejumlah geng motor akhir-akhir ini bukan saja meresahkan masyarakat. Tindakan mereka yang kerap menebar ketakutan juga mengganggu kenyamanan dan keberadaan sejumlah klub pecinta sepeda motor (bikers club) resmi.
Dalam semalam, aksi keberutalan geng motor terjadi di 2 wilayah Jakarta yaitu Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Setelah merusak toko 7-Eleven di Jakarta Pusat dan memukul orang di Jl Pramuka Raya, geng motor konvoi ke Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Ratusan personel kepolisian diterjunkan di sejumlah obyek vital. Bahkan SPBU Shell di Jalan Ahmad Yani, 187 polisi disiagakan untuk mengantisipasi demo dari Serikat Darurat Nasional (SDN).
Massa dari Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) dan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 Jabar masih berlanjut di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (26/3/2012).
Ratusan pemuda dengan mengendarai motor mengamuk dan merazia pedagang kaki lima yang berasal dari Lamongan di sejumlah kawasan di Surabaya. Diduga aksi ini buntut penyerangan bonek di Lamongan.