Rupiah pada perdagangan Jumat pagi ini bisa kembali menggapai level positif. Turunnya harga minyak dunia ke US$ 129 per barel membuka peluang rupiah untuk menguat.
Tingginya laju inflasi Amerika Serikat membuat mata uang lokal negeri Paman Sam itu kelimpungan. Akibatnya mata uang superior lainnya menguat. Namun, inflasi di AS tak terlalu berimbas pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Sepinya sentimen membuat pergerakan rupiah tak bisa berbuat banyak. Masuknya investor asing ke Sertifikat Bank Indonesia menunjukkan kepercayaan pasar terhadap perekonomian di tanah air.
Pasar valas dalam negeri harus berjuang mempertahankan posisi yang baru dicapainya level 9.150-an per dolar AS. Rupiah bakal susah menjauhi level negatif.
Pasar valas dalam negeri menunjukkan potensi penguatan di tengah tekanan yang ada di pasar global. Rupiah mulai mencoba menerobos level 9.150-an per dolar AS.
Rupiah mencoba lagi menerobos level di bawah 9.200 per dolar AS dengan memanfaatkan sentimen terbatasnya permintaan terhadap dolar AS setelah harga minyak yang mulai mendingin.