Murahnya tarif KRL Commuter Line membuat banyak penumpang memilih naik kereta ber-AC ini. KRL Ekonomi yang sebelumnya menjadi favorit, kini sepi penumpang. KRL Ekonomi akan dihapus per September 2013.
Sejak diterapkannya tarif progresif, penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) terus mengalami peningkatan. Namun penumpang mengeluhkan sistem pendingin udara di KRL dalam kereta yang tidak berfungsi dengan baik.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menurunkan tarif KRL Commuter Line Jabodetabek. Pasca penurunan tarif ini, jumlah penumpang KRL pun ikut naik dratis.
Murahnya tarif baru KRL Commuter Line membuat lonjakan penumpang meski di akhir pekan. Meski demikian, keterlambatan KRL dari jadwal masih dikeluhkan penumpang.
DPR memiliki saran khusus untuk perbaikan layanan KRL Commuter Line Jabodetabek. Setidaknya ada 2 hal yang perlu diperhatikan KAI sebagai operator KRL.
Tarif progresif KRL Commuter Line yang lebih murah dari rencana tarif awal tampaknya membuat masyarakat antusias naik moda transportasi ini. Tampak gerbang kereta dan fasilitas parkir membeludak.
KRL Commuter Line dari Bogor menuju Jakarta mengalami mogok di Stasiun Kalibata. Penumpukan penumpang terjadi di stasiun-stasiun sebelumnya yang akan menuju Jakarta.
Turunnya tarif KRL pada 1 Juli mendatang diprediksi akan menyebabkan meningkatnya volume penumpang angkutan ini. Penumpang diperkirakan naik 10 persen.