Intelijen AS kini tidak perlu lagi mengungkapkan ke publik soal jumlah warga sipil yang tewas dalam serangan drone terhadap target teroris di wilayah konflik.
Para pembelot Korut yang mempertaruhkan nyawa dengan melarikan diri ke Korsel masih harus menghadapi kendala perbedaan bahasa, antara versi Korut dan Korsel.