Batu yang awalnya jadi tempat duduk saat menunggu angkot ternyata bernilai sejarah. Batu itu disebut berasal dari abad 17 dan 18 sebagai alat penggiling tebu.
Ada cerita di balik penemuan batu penggilingan yang diduga peninggalan abad ke-18 di Jakarta Timur. Ternyata, batu itu ada hubungannya dengan pengolahan tebu.