Bibit siklon 91S berpotensi meningkatkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, dan Lampung.
Pada 1883, Matahari terbenam dan terbit bersinar dengan warna merah terang, diselingi kilatan hijau dan ungu. Ketika malam tiba, Bulan memancarkan rona biru.
BMKG mengatakan ada bibit siklon tropis baru yang terbentuk. BMKG menyebut bibit siklon tersebut akan berpengaruh pada cuaca di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG mengatakan bibit siklon tropis 93S bergerak menjauh dari RI. Meski demikian, BMKG memprediksi bibit siklon tropis itu masih mempengaruhi cuaca di RI.