Iran dan Amerika Serikat (AS) sepakat mengakhiri perang. Ternyata, kesepakatan itu hampir gagal gara-gara ulah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Sejumlah pejabat AS dilaporkan mendesak Uni Emirat Arab (UEA) untuk lebih terlibat dalam perang Iran, dan bahkan untuk merebut salah satu pulau milik Teheran.
Militer Amerika Serikat mengatakan telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru mereka terhadap Iran. Serangan itu menghantam puluhan target di Iran.
Israel dan Lebanon menggelar pembicaraan di AS. Menlu AS mendorong keduanya memanfaatkan apa yang disebutnya sebagai "kesempatan bersejarah" bagi perdamaian.
AS dan Qatar membuka pos pertahanan udara bilateral di Timur Tengah. Ini merupakan pos pertahanan bilateral yang pertama antara kedua negara di kawasan itu.
AS telah menyusun rencana serangan baru yang mencakup kemungkinan penggunaan mother of all bombs untuk menyasar infrastruktur energi dan situs nuklir Iran.