Makan bisa menjadi alternatif paling ampuh untuk menghilangkan stres karena aktivitas sehari-hari. Anda bisa memasukan kota dengan kuliner terbanyak dalam itinerary liburan. Nyam! Nyam! Nyam!
Pernah dengar Petak Sembilan? Di mana sih tempatnya? Bila Anda berkendara di Jalan Gajah Mada dari arah Harmoni, ruas jalan itu akan berakhir di Glodok. Bila lurus, Anda akan masuk Jalan Pintu Besar Selatan. Bila belok ke kiri, Anda masuk Jalan Pancoran. Kawasan inilah yang disebut Petak Sembilan.
Mejuah-juah! Begitulah sapaan yang kita terima bila singgah ke Kedai Karo ini. Di kedai ini ada masakan ayam yang sangat populer yaitu Cipera. Rasanya? Wah, lezat 'kali!
Haman Kadikan menebar senyum lebar lega. Usianya 78 tahun dan dia tersesat sejak pukul 16.00 WAS, baru ditemukan oleh petugas haji Indonesia 5 jam kemudian.
Makanan yang disajikan di kedai ini mendapat pengaruh Minang dan kuliner Tapsel. Sajiannya sedap, tak heran kalau sejumlah pejabat "tergigit" legitnya masakan Nasrul Sibolga ini.
Kwetiau kesukaan saya ini dibuat oleh orang Medan yang merantau ke Jakarta. Kwetiau-nya kenyal, isinya "ramai". Ada udang, bakso, hepia (juga disebut kekian, yaitu kue dari udang cincang), dan irisan daging sapi. Mak nyuss!
Karo memang merupakan subkultur Batak yang berdiri sendiri, khas, dan unik. Tidak heran bila secara kuliner pun masakan Karo beda dari masakan Toba, Simalungun, maupun Mandailing. Yuk, cicipi kelezatan masakan Karo!
Tahu ragam bahasa daerah banyak gunanya. Seperti pengalaman para peserta ACI (Aku Cinta Indonesia) detikcom, yang beruntung ditemani pemandu lokal selama berpetualang.