Anda pasti sering tiba di Bandara Soekarno-Hatta dalam keadaan lapar. Kemacetan lalu lintas. Buru-buru karena khawatir terlambat. Dan berbagai alasan lain. Untungnya, di setiap terminal di bandara selalu ada tempat makan yang dapat menjadi tujuan.
Saat akulturasi terjadi, urusan dapur pun mengalami intervensi budaya di Melaka. Beberapa bahan masakan pengaruh kuliner Tionghoa mulai masuk ke dalam kuliner Melayu. Berbagai resto Peranakan pun kini bertebaran di kota tersebut.
Melaka - telah ditetapkan oleh Unesco sejak 2008 sebagai Situs Pusaka Dunia (World Heritage Site). Sejak pengakuan tersebut, Melaka semakin giat membangun kotanya sebagai tujuan wisata kelas dunia. Yuk, intip keindahan kota pusaka ini!
Sekalipun namanya Waroeng Indo, tetapi rumah makan ini sebetulnya punya menu berbagai masakan gaya Semarangan yang andal. Lunpia (orang Semarang selalu menyebutnya demikian, bukan lumpia!), tahu pong, gimbal udang, nasi goreng babat, dan babat gongso - hanyalah sebagian dari sajian yang ditawarkan dalam daftar menu Waroeng Indo.
Kuliner Nusantara mengenal berbagai sajian khas yang dimasak di dalam bambu. Salah satu yang paling terkenal adalah lemang dari Sumatra Barat, yaitu ketan yang dikukus di dalam bambu- biasa dihidangkan dengan tape dari ketan hitam.
Jalan Gondangdia Lama (sekarang Jalan Raden Pandji Soeroso) agaknya memang merupakan "pusat" dari berbagai tempat makan djadoel. Ada RM Trio (Chinese), Mi Bakso Godila, RM Tinoor Baru (Manado), dan RM Hadir. Sayangnya, Art & Curio yang terkenal dengan bistik djadoel-nya sudah beberapa tahun ini hilang dari sana.
Di Jalan Raya Kadewatan, dekat Ubud, ada satu ruas jalan yang hampir selalu macet sepanjang hari. Di sana ternyata ada tiga warung makan yang terkenal dengan sajian "nasi ayam kadewatan". Hmm... seperti apa ya?
Pindang versi Jawa Tengah ini disajikan dalam mangkuk keramik mungil. Kuahnya kecokelatan gurih hangat. Suwiran ayam kampung yang empuk dan daun melinjo muda yang renyah membuat sajian khas ini makin sedap. Enak dihirup panas saat udara dingin bertiup!
Siapa yang tak kenal gudeg? Makanan khas kota Yogya ini memang banyak disukai karena rasanya yang khas dan sedap. Apalagi dengan jaminan halal membuatnya penggemar gudeg tak bakal ragu lagi menikmati kelezatannya.