KRL Ekonomi Jabodetabek akan mulai ditarik gerbongnya per Juni 2013 dan diganti gerbong ber-AC serta tarif tunggal Rp 8 ribu-Rp 9 ribu. Bagi penumpang tak mampu akan mendapatkan subsidi. PT KAI akan menyebar formulir pada penumpang untuk menentukan besaran subsidi.
KRL Ekonomi yang akan ditarik gerbongnya per awal April 2013 diundur hingga Juni 2013. Penundaan penarikan gerbong ini lantaran menunggu sistem elektronik tiket berfungsi pada akhir April 2013.
Rencana penghapusan KRL ekonomi non AC di Jabodetabek akan dilakukan pada Juli 2013 mendatang. Semua KRL ekonomi akan diganti dengan KRL ekonomi ber-AC.
PT KAI akan menarik gerbong KRL Ekonomi lawas karena dinilai sudah tak layak beroperasi. Penetapan tarif tunggal seperti Commuter Line menimbulkan gejolak. Ada 2 solusi yang ditawarkan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Apa saja?
Kementerian Perhubungan akan duduk bersama dengan Kemenkeu dan PT KAI di Gedung Kemenhub siang nanti. Agendanya membahas peningkatan KRL non AC menjadi KRL AC.
KRL Ekonomi non AC sudah hampir pasti ditiadakan. Untuk itu, pemerintah tengah menggodok besaran subsidi tiketnya. Tiket yang disubsidi diprioritaskan untuk pemilik KJS, KJP, Gakin dan kartu bantuan lainnya.
PT KAI berencana meniadakan operasional KRL Ekonomi di Jabodetabek secara bertahap. Namun menurut Wamenhub Bambang Susantono, kebijakan yang sebenarnya bukanlah penghapusan, melainkan peningkatan kualitas pelayanan pada KRL Ekonomi.
Saat ini tengah ramai dibahas soal rencana penghapusan KRL ekonomi mulai 1 April 2013 hingga menimbulkan protes di masyarakat. Apa benar KRL ekonomi bakal dihapus?
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta PT KAI menunda penarikan KRL Ekonomi hingga Juli 2013. Sementara ini PT KAI diimbau untuk melakukan sosialisasi hingga sistem tiket elektronik siap.