Festival seni internasional ternama di Australia, OzAsia, hadir lagi akhir bulan ini. Dibuka pada 24 September mendatang, Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut berpartisipasi.
Beraksi dan ikut ambil bagian dari sebuah karya seni menjadi hal yang tak biasa. Para pengunjung dapat menikmati karya berkelas tinggi sekaligus menjadi objek pameran.
Sejak usianya yang ke-14 tahun, Mario Macilau hidup di jalanan ibukota Mozambik. Ia belajar sendiri menggunakan kamera, kini 12 tahun kemudian ia mengadakan pameran tunggal di Lisbon. Namanya pun dikenal publik dan sesama fotografer dunia.
Seniman muda Kinez Riza baru saja melakukan terobosan dalam pameran fotografi terbarunya. Dia menggabungkan ilmu kedokteran ke dalam hasil jepretan kamera.
Memperingati HUT Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang ke-45, Fakultas Seni Rupa IKJ menyelenggarakan pameran besar dosen di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki Jakarta. Eksibisi bertemakan 'Seni Aksi Merayakan Kreativitas', mengajak 52 dosen seni IKJ dan memajang 63 karya seni rupa.
Selain pameran seni rupa 'Market Share' dan fotografi 'Stories Left Untold' karya Nora Scheider dan Rangga Purbaya, masih ada serangkaian acara lainnya yang patut ditunggu di Jerman Fest 2015.
Kabar gembira untuk para pecinta film Hong Kong di seluruh penjuru Indonesia! Celestial Movies kembali merayakan film–film Hong Kong terkenal dari aktor dan sutradara berbakat selama bulan September dalam perayaan “I Love HK Movies”.
Steert art identik dengan dinding jalanan, menciptakan grafiti maupun mural serta bomber yang antusias. Namun, dalam pameran 'This is Not Street Art', seni jalanan tak lagi identik dengan tembok.