Dua dari tiga saksi yang dihadirkan di kasus korupsi alat kesehatan flu burung tahun 2006 mengaku pernah menerima uang dari rekanan. Duit itu sebagai tanda ucapan terima kasih.
Dua saksi kasus korupsi pengadaan alat kesehatan flu Burung tahun 2006 menyebut nama mantan Menkes Siti Fadillah Supari. Ada rekomendasi yang disampaikan Siti untuk menunjuk rekanan tertentu dalam proyek tersebut.
Eks Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari dituduh memerintahkan pengadaan alat kesehatan flu burung tahun 2006 dengan penunjukan langsung. Tuduhan itu terdapat dalam surat dakwaan terhadap Ratna Dewi Umar, bekas Direktur Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan, yang dibacakan di pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta, kemarin.
Laboratorium Kesehatan Hewan CSIRO di Geelong, Australia telah siap mengirimkan alat tes cepat pendeteksi virus flu burung H7N9 ke negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Alat tes cepat itu sangat mudah dan akurat digunakan.
Jaksa KPK mendakwa eks Direktur Bina Pelayanan Medik Kemenkes, Ratna Dewi Umar pernah dititip pesan oleh eks Menkes Siti Fadillah supari agar pengadaan alat kesehatan dilakukan dengan metode penunjukan langsung.
"Terdakwa Ratna Dewi Umar bersama Siti Fadillah Supari, Bambang Rudijanto Tanoesodibjo, Sutikno, Singgih Wibisono, Freddy Lumban Tobing dan Tatat Rahmita Utami," kata penuntut umum KPK, I Kadek Wiradana.
"Indonesia dapat penghargaan karena kesuksesan dalam menjalankan program MDGs. Di antaranya penurunan kemiskinan dan juga kelaparan," ujar Menteri Pertanian, Suswono.
Munculnya virus flu burung varian baru H7N9 menimbulkan banyak kerugian bagi pelaku industri unggas di China. Dalam sehari, pengusaha unggas rugi 1 miliar yuan atau sekitar Rp 1 triliun.