Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa membenarkan hilangnya 4 Anak Buah Kapal (ABK) pasca gempa bumi dan terjangan tsunami yang melanda Jepang. Hingga saat ini Kementerian Luar Negeri terus berupaya menghubungi pihak keluarga 4 ABK tersebut.
Nasib WNI di Jepang setelah gempa berkekuatan 9 SR masih terus dicari. Informasi terakhir, ada empat WNI yang berprofesi sebagai ABK di kapal penangkap ikan Maguro hilang.
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang, terus memantau perkembangan dampak gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang. Informasi terbaru, 6 ABK WNI Kapal Kuni Maru dinyatakan selamat.
Kapal Motor Sri Rejeki, tertabrak sebuah kapal cargo di Lampu Putih, Perairan Kepulauan Seribu. Lima orang awak buah kapal (ABK) dinyatakan hilang dalam peristiwa tersebut.
Sejumlah WNI menjadi korban tenggelamnya kapal Korea 'Ing Sung 1'. Para WNI itu menjadi ABK di kapal tersebut. Jenazah dua WNI sudah ditemukan dan segera akan diterbangkan ke Jakarta. Sedangkan 5 WNI lainnya masih hilang.
Beberapa menit yang sebelumnya hari Rabu, 15 Desember pk 14.00 saya kembali menghubungi Bapak Ismail (pemesan paket saya) beliau mendapatkan jawaban dari Pos bahwa "mungkin" paket tersebut masih menumpuk di Manado.