Pemimpin de facto Suriah, Ahmed al-Sharaa, mengatakan negaranya sudah lelah perang dan tidak akan menjadi ancaman bagi negara-negara tetangganya atau Barat.
Para perempuan di tempat kursus kebidanan di penjuru Afghanistan menuturkan mereka dilarang kembali ke kelas usai Taliban menghentikan kegiatan pelatihan.
Sebagian besar diaspora Suriah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, merayakan berakhirnya kekuasaan Assad, tapi apa artinya ini bagi masa depan mereka?