Pramono menduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta terpengaruh media sosial, bukan bullying. Ia meminta Disdik memberikan pendampingan psikologis untuk siswa.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya masih menyelidiki ledakan di SMAN 72. Jenderal Sigit mengatakan medsos hingga keluarga akan diperiksa.
Ledakan mengguncang SMAN 72 Jakarta saat salat Jumat, membuat siswa panik. Salah satu siswa, Maulana, membantu teman yang terluka akibat insiden tersebut.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta melakukan aksinya bukan karena dibully tetapi pengaruh dari tontonan media sosial.