Ternyata butuh upaya ekstra untuk menemui Presiden SBY. Setelah KPU dan Amien Rais cs, giliran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat juga kesulitan menghadap kepala negara.
Seorang pakar menulis artikel berjudul 'Mari Kita Bersama (Menderita). Tak lama tulisan itu nongol di media massa, sang penulis dikirimi SMS oleh seorang menteri. Marah?
Setelah Presiden SBY membuka layanan SMS, para pendukungnya tak mau kalah. Blora Center juga membuka SMS Center untuk presiden, wakil presiden dan para menterinya.