AS menyentil Israel yang melakukan serangan ke kelompok Hizbullah di Lebanon. Di sisi lain, bom buatan AS ternyata dipakai Israel untuk menyerang Hizbullah.
Serangan udara terbaru Israel menghantam sebuah gedung apartemen di Beirut, ibu kota Lebanon, pada Senin (30/9) hingga menewaskan sedikitnya empat orang.
Wakil pemimpin Hizbullah Naim Qassem mengatakan kelompoknya akan memilih pemimpin baru "sesegera mungkin" usai kematian Hassan Nasrallah dalam serangan Israel.
AS menegaskan akan bertindak jika Iran dan proksinya memanfaatkan situasi terkini di Timur Tengah dengan menyerang personel atau kepentingan AS di kawasan.
Pemerintah Arab Saudi menekankan perlunya menjaga kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon saat serangan udara Israel terus menghantam negara tersebut.