Aktivis hak asasi manusia (HAM) Natalius Pigai tak sependapat dengan Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) yang menilai Reuni Akbar 212 gerakan politik oposisi.
Direktur LPI Boni Hargens menilai Reuni 212 kini tidak lagi murni gerakan moral membela Islam. Ia menyebut Reuni 212 itu telah menjadi gerakan oposisi.