Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran setelah kematian ayahnya. Ia menghadapi tantangan besar di tengah perang dan tekanan internasional.
Otoritas Iran mengeksekusi mati dua pria karena menjadi anggota kelompok oposisi terlarang dan melakukan tindakan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah.