Pernyataan semacam itu sengaja dilontarkan Jokowi sebagai sinyal bahwa dirinya tak sreg bila kelak dipasangkan dengan Puan Maharani dalam Pilpres 2019.
KPK menemukan duit suap Rp 2,8 miliar untuk Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra yang sempat 'hilang'. Uang itu sempat berpindah-pindah tangan dan lokasi.