Film Indonesia garapan sutradara Gareth Evans "The Raid" dianggap beberapa kritikus film internasional sebagai salahsatu film action terbaik yang pernah dibuat. Yuk intip sedikit pertarungan brutal Iko Uwais cs. Foto-foto: Merantau Films
“Untuk orang-orang yang tidak menganggap film ini sebagai film Indonesia: fuck ‘em,” begitu kata sutradara berdarah Wales, Gareth Evans, soal beberapa tanggapan sinis terhadap film Indonesia keduanya, The Raid, pada Senin (19/3) lalu di FCone, FX Lifestyle Entertainment, Jakarta dalam rangka konferensi pers peluncuran film yang diterjang badai pujian tersebut.
Sebanyak 8 aktor protagonis dalam film 'The Raid' sempat menjalani pelatihan khusus dengan Komando Pasukan Katak (Kopaska) Angkatan Laut di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Apa saja yang mereka lakukan selama satu minggu?
Bintang utama film 'The Raid' Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan atau Mad Dog menyempatkan diri mampir ke kantor detikcom di bilangan Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (20/3/2012). Mereka sempat menampilkan pertarungan yang tentunya tak ada di bioskop.
Urusan bertarung, Iko Uwais jagonya. Ketika kemampuan silatnya di film 'The Raid' ditonton banyak orang, tak sedikit yang menyandingkan Iko dengan aktor <i>martial arts</i> asal Thailand, Toni Jaa.
Iko Uwais merasa gembira olahraga silat kembali diperbincangkan publik Tanah Air maupun internasional setelah film 'The Raid' mendunia. Iko memang sudah cinta dengan olahraga beladiri itu sejak umur 10 tahun.
Film 'The Raid' akan beredar di bioskop 23 Maret mendatang. Namun sebelum nonton filmnya, ikuti dulu live chat dengan bintang dan juga orang di balik layar film ini di detikForum.
The Raid sebagai film Indonesia kedua sutradara berdarah Wales, Gareth Evans, akhirnya tayang perdana untuk umum pada hari Jumat (23/3) mendatang atau bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
Nama Iko Uwais mungkin terbilang baru di dunia perfilman Indonesia. Namun setelah membintangi 'Merantau' (2009) dan 'The Raid', jalan untuk Iko menapaki industri film internasional mulai terbuka lebar.