Salah satu komponen Ijtimak Ulama, yakni Persaudaraan Alumni 212, berbicara soal pertimbangan ulama tak merekomendasikan Yusril Ihza Mahendra sebagai capres.
"Kami belum menentukan sikap apa-apa. Seperti saya katakan kemarin, koalisi itu harus jelas negosiasinya, harus jelas deal dan kesepakatannya," kata Yusril.
Ijtimak Ulama merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai capres dan dua nama cawapres. Namun semua partai yang hadir kompak ingin mengkaji usulan Ijtimak Ulama.
Ijtimak Ulama menyatakan GNPF Ulama sebagai pemegang hak merek 212. Ngomong-ngomong soal 212, ada murid Sinto Gendeng yang lebih dulu memakai 212: Wiro Sableng.
Klaim nama 212 sempat terucap saat Kapitra menanggapi PA 212 yang menyatakan Kapitra bukanlah pengacara Rizieq lagi. Kapitra menyatakan dirinya mematenkan 212.