Nama mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji tiba-tiba disebut sebagai calon pimpinan KPK pengganti Tumpak Hatorangan Panggabean. Bagaimana tanggapan KPK, terlebih dengan rekam jejaknya yang pernah menghebohkan dengan istilah 'Cicak-Buaya'?
Susno Duadji membeberkan adanya dugaan makelar kasus di Polri. Namun keberanian Susno justru dipertanyakan. Publik sudah lebih dulu menilai Susno adalah penyebab kisruh Cicak vs Buaya.
Pengakuan Komjen Pol Susno Duadji soal adanya markus di tubuh Polri memang masih harus dibuktikan lagi. Namun pengakuan ini bisa menjadi pintu masuk dari upaya mereformasi institusi Polri.
Satgas Pemberantasan Mafia Hukum meminta KPK ikut mengusut kasus mafia pajak senilai Rp 25 miliar di Polri. Diduga ada indikasi penyelenggara negara terkait kasus itu.
Seiring 'semangat' eks Kabareskrim Polri Komjen Susno membongkar borok institusinya, muncul suara Susno layak jadi ketua KPK. Namun suara lainnya mengingatkan rekam jejak Susno dalam kasus 'cicak vs buaya.'
Aksi jalanan adalah bentuk protes paling konkrit untuk mengganti suatu kebijakan. Ekstrimnya aksi jalanan dapat dijadikan sebagai sarana untuk meruntuhkan suatu rezim. Aksi massa telah terbukti menggulingkan rezim Orde Baru.