Sedikitnya 59 militan Taliban tewas dalam operasi militer yang dilancarkan di Afghanistan. Sebanyak 17 militan Taliban lainnya ditangkap dalam operasi gabungan militer dan polisi Afghan serta pasukan NATO itu.
Serangan bom kembali mengguncang Afghanistan. Delapan polisi Afghan tewas akibat ledakan bom di provinsi Logar, pinggiran Kabul. Serangan bom itu dilakukan oleh kelompok militan Taliban.
Seorang wanita muda Aghanistan ditembak mati ayahnya di depan publik karena telah menodai kehormatan keluarga. Pembunuhan ini dikecam keras oleh organisasi HAM Amnesty International.
Tersangka bom Boston, Tamerlan Tsarnaev disebut-sebut diradikalisasi oleh seorang mualaf di AS. Belakangan, diketahui bahwa pria misterius tersebut bernama Misha.
Tersangka bom Boston, Dzhokhar Tsarnaev mengaku bahwa dirinya dan kakaknya, Tamerlan termotivasi oleh perang di Irak dan Afghanistan. Dengan melancarkan serangan bom Boston, mereka bermaksud membela Islam.
Dua pria di Afghanistan menjadi korban kekejaman militan Taliban karena bekerja untuk pasukan asing. Tangan dan kaki mereka dipotong oleh Taliban, agar tidak bisa lagi membantu pasukan asing.
Pemimpin kelompok ekstrem Yordania, Mohammad al-Chalabi mengaku "senang melihat horor di Amerika Serikat" menyusul ledakan bom yang terjadi di Boston, Amerika Serikat.
Serangan bom terus terjadi di Afghanistan. Bahkan kali ini, bom dipasangkan ke punggung keledai hingga menewaskan seorang polisi Afghan dan melukai tiga warga sipil.