Olahan sayuran gaya Jawa Tengah ini rasanya gurih pedas dan enak. Bungkus daun pepayanya yang renyah sedikit pahit justru membuat rasanya jadi makin enak. Tinggal dinikmati dengan nasi hangat, rasanya jadi makin sedap!
Selain beragam jenis pempek, resto ini juga menyediakan beragam hidangan khas Palembang. Pempeknya lembut dengan rasa ikan yang kuat, sedangkan ikan belida digoreng garing dengan balutan daun pandan harum. Makin enak saat dicocol sambal terasi dan ditutup semangkok es kacang merah yang sugerrr!
Di Dapur Eyang, ada Steak khas yang dinamai ‘Dapur Eyang Steak’. Steak tersebut dihidangkan dengan beragam bahan pelengkap, seperti Salad Pepaya, Bayam, Jagung, Doupin Potato serta taburan keju.
Geliat kuliner Jogja telah menampilkan berbagai tempat makan baru yang menonjolkan suasana. Kehadiran tempat-tempat makan baru ini menambah semarak peta kuliner Jogja. Yuk, intip!
Anda tentu sudah tahu pecel. Penganan ini biasa dijual di pinggir jalan. Tetapi, di Solo sekarang ada sebuah "warung" – Waroeng Tempo Doeloe – yang menampilkan pecel dengan gaya priyayi.
Sebuah film segar garapan Sutradara Eko Nobel hadir di layar bisokop di Indonesia. Film bertajuk 'Mother Keder' ini menyuguhkan cerita keluarga yang lucu namun tetap bermakna.
Pecak gurame racikan Haji Muhayar ini memang patut diacungi jempol. Guramenya digoreng kering lalu diguyur saus yang rasanya asam pedas. Belum lagi sambal dadak yang pedesnya nonjok, makin membuat kalap makan siang a la Betawi kali ini!
Diadaptasi dari sebuah novel dengan kisah nyata, 'Mother Keder' yang dibintangi Ira Maya Sopha ini menyajikan sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menggambarkan kerepotan seorang ibu yang menyiapkan pernikahan anaknya.