Adanya robot dan AI seharusnya bisa meringankan pekerjaan sehingga manusia bisa lebih santai. Tapi menurut CEO Nvidia hal yang akan terjadi justru sebaliknya.
CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan perusahaannya tidak akan meninggalkan Israel. Walau perang di Timur Tengah dinilai membahayakan perusahaan teknologi di sana.