Ridwan Saidi menuai polemik usai menyebut tak ada kerajaan di Ciamis. Dia masih menggunakan referensi yang sama seperti ketika menyebut Sriwijaya fiktif.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyebut akan tempuh jalur hukum terkait ucapan budayawan Ridwan Saidi. Namun sejauh ini belum ada laporan resmi terkait hal itu.
Setelah menyebut kata Galuh berasal dari bahasa Armenia yang berarti brutal, budayawan Ridwan Saidi menyebut brutal itu berarti mengaum dalam bahasa Belanda.
Hikmah dari ucapan Ridwan Saidi menyoroti soal Kerajaan Galuh sangat besar. Salah satunya desakan penggantian nama Ciamis jadi Kabupaten Galuh kembali mencuat.