Badan legislatif Korea Utara memilih kembali Kim Jong Un sebagai Presiden. Pemilihan ini dianggap terencana dan memberikan legitimasi politik kepemimpinannya.
Korea Utara menetapkan Kim Jong Un kembali sebagai Presiden. Proses pemilihan dinilai telah dirancang untuk legitimasi politik, dengan dukungan suara 99,93%.
Demo besar-besaran dan terjadi selama beberapa hari di Kota Lima, Peru. Rentetan demo berhari-hari itu membuat Presiden Peru, Dina Boluarte, dimakzulkan.