Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan permintaan khusus pada direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030, yaitu sikat penggoreng saham.
PT Garuda Indonesia Tbk mencatat kerugian US$ 319,39 juta di 2025, meningkat dari tahun sebelumnya. Pendapatan usaha turun, total aset mencapai US$ 7,43 miliar.