Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran dari 75 negara. Tetangga dekat Indonesia juga terdampak penangguhan ini.
AS mencabut lebih dari 100.000 visa sejak Trump menjabat kembali dengan agenda anti-migran. Angka tersebut mencetak rekor tertinggi dalam waktu satu tahun.
AS menyatakan "tidak punya kewajiban menampung warga asing yang mengharapkan kematian orang Amerika." Trump telah memperketat pemeriksaan media sosial.
Pemerintah AS mempertimbangkan larangan perjalanan bagi pengunjung dari 43 negara, termasuk Rusia. Rencana ini mencakup "daftar merah" dan "daftar jingga".
Visa AS makin ketat. Kondisi kronis seperti obesitas dan diabetes dipertimbangkan petugas visa karena potensi beban biaya medis. Kebijakan ini menuai kritik.
Pemerintahan Trump mengubah kebijakan visa, mempertimbangkan obesitas dan kondisi kesehatan kronis sebagai alasan penolakan. Ini bagian dari pembatasan imigrasi