Bank Indonesia mempertahankan BI rate di 4,75% untuk stabilisasi rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Gubernur BI menjelaskan fokus kebijakan moneter.
Chief Economist SMF, Martin D. Siyaranamua, memprediksi BI akan naikkan suku bunga acuan 25 bps. Kenaikan ini dipicu pelemahan rupiah dan dampaknya pada KPR.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan ruang penurunan suku bunga acuan semakin tertutup akibat dampak perang AS-Israel dan Iran terhadap perekonomian global.