Iran memanfaatkan masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat untuk menggali pangkalan-pangkalan rudal bawah tanahnya yang terkubur oleh serangan udara AS.
Rusia melancarkan rudal ke Kyiv, Ukraina, yang menewaskan sedikitnya 4 orang, termasuk seorang anak 12 tahun. Hantaman rudal ini memicu kebakaran hebat.
Menteri Pertahanan Israel menyatakan bahwa mereka berada di balik serangan yang menewaskan Kepala intelijen Korps ganda Revolusi Iran (IRGC) Majid Khademi.
Trump melontarkan ancaman vulgar agar Teheran membuka Selat Hormuz. Rezim Iran membalas dan kembali menyerang infrastruktur sipil di negara-negara Teluk.
Presiden Trump klaim berhasil evakuasi pilot jet tempur AS yang jatuh, namun Iran bantah dan sebut operasi penyelamatan AS gagal. Ketegangan meningkat.