Empat perempuan dan sembilan anak terkait ISIS kembali ke Australia, dan setibanya di sana, dua perempuan ditangkap atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Selama bertahun-tahun, warga Jerman anggota ISIS mendekam di kamp-kamp di Suriah. Tapi, tumbangnya rejim Assad di Damaskus memicu aksi pelarian besar-besaran.
Polisi Belanda menangkap sejumlah orang, termasuk anak di bawah umur, karena menyebarkan propaganda ISIS di TikTok. Penyelidikan dimulai sejak Agustus 2025.
Pemerintah Australia melarang salah satu warga negaranya untuk kembali ke negara tersebut, setelah dia dibebaskan dari kamp penahanan terkait ISIS di Suriah.