Gus Yahya mengakui konsesi tambang sebagai faktor konflik di PBNU. Ia menekankan perlunya diskusi mendalam untuk menyelesaikan isu ini secara kolektif.
PBNU menerima permohonan maaf Gus Yahya dan memulihkan posisinya sebagai Ketua Umum. Rapat pleno juga membahas perbaikan tata kelola organisasi dan keuangan.