KAEF memangkas kerugian pada triwulan III-2025 sebesar Rp 316,7 miliar menjadi Rp 234,1 miliar dibandingkan dengan triwulan III-2024 sebesar Rp 550,8 miliar.
PT Kimia Farma Tbk melakukan perombakan direksi dan komisaris setelah RUPS 2024. Perusahaan berkomitmen tingkatkan kinerja dan inovasi di sektor kesehatan.
Kimia Farma mencatat kerugian Rp 126,44 miliar di kuartal I 2025, turun 11% dari tahun lalu. Perusahaan fokus pada efisiensi dan inovasi untuk pertumbuhan.
PT Kimia Farma mencatat penurunan rugi bersih menjadi Rp 1,05 triliun di 2024 berkat transformasi bisnis dan efisiensi. Optimis pertumbuhan berlanjut di 2025.