Penduduk di Australia bagian selatan menghadapi gelombang panas lagi, dengan temperatur udara diprakirakan mencapai di atas 40 derajat di beberapa tempat, Selasa (28/1/2014).Larangan menyalakan api di tempat terbuka telah dikeluarkan di negara bagian Australia Selatan, Victoria dan Tasmania menjelang datangnya cuaca panas ekstrem.
Kebakaran hutan di Australia banyak yang terjadi secara alamiah, namun ada juga yang sengaja disulut oleh manusia. Para ahli di Australia sedang meneliti jalan pikiran para pembakar ini, yang menggunakan api untuk mengatur emosi dan mengungkapkan rasa tertekan.
Hugh Delahunty, seorang menteri dalam Pemerintahan Negara Bagian Victoria, Australia, menuai kecaman. Dia dikritik karena lebih memilih nonton Turnamen Tenis Australian Open di Melbourne pada waktu terjadi kebakaran hutan yang hebat pekan lalu di daerah pemilihannya (dapil) Grampians.
Pemanasan global bisa meningkatkan frekuensi bencana alam yang terkait dengan El Nino. Fenomena ini bukan hanya terlihat dari meningkatnya kemarau dan kebakaran hutan di Australia dan Indonesia serta banjir di Peru dan Ekuador, namun juga akan meningkatkan cuaca ekstrim di seluruh dunia.
Ternyata teknologi modifikasi cuaca dipelajari BNPB, TNI AU dan BPPT dari alam. Mereka belajar dari kebakaran hutan yang asapnya membumbung tinggi ke langit akan mengganggu terciptanya awan hujan.
Musim panas yang ditandai dengan gelombang panas telah memicu kebakaran hutan di wilayah Perth Hills, Australia Barat, menghanguskan sedikitnya 44 rumah. Petugas pemadam harus bekerja semalaman hari Minggu (12/1/2014) untuk mengendalikan pergerakan api.