Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut tangan Presiden Amerika Serikat Joe Biden "penuh darah" karena mendukung Israel dalam konflik di Jalur Gaza.
Serangan Israel di Gaza tak berhenti meski seruan internasional desak penghentian serangan terhadap warga. Roket menyasar permukiman saat warga terlelap tidur.
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan Jerman percaya Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri dari serangan roket yang ditembakkan dari Gaza.