Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menerima surat balasan dari PM Australia Tony Abbott. Ada tiga hal penting yang disampaikan Abbott kepada SBY.
Singapura dan Korea Selatan dilaporkan membantu penyadapan ASdan Australia di Asia. Negara yang disasar selain Malaysia, juga Indonesia. Presiden SBY menginstruksikan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa memanggil dubes dari kedua negara sahabat itu.
Otoritas Malaysia menyatakan Singapura tidak perlu melakukan penyadapan terhadapnya. Malaysia sebenarnya bersedia dan siap untuk berbagi informasi apapun dengan Singapura.
Malaysia memanggil komisioner tinggi Singapura terkait laporan spionase dan juga penyadapan. Singapura disebut-sebut memfasilitasi aktivitas spionase Amerika Serikat dan Australia di Malaysia.
Kemlu RI memberikan penjelasan soal utusan Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang mengantarkan surat. Kemlu memberi penegasan, utusan itu tidak bertemu Presiden SBY langsung.
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono belum mengumumkan isi surat balasan dari PM Australia Tony Abott. Anggota Komisi I DPR RI Tjahjo Kumolo menyatakan bahwa DPR menunggu isi surat tersebut diumumkan.
Mantan Panglima Angkatan Darat Australia, Letjen Peter Leahy dipilih sebagai pihak yang mengantar secara langsung surat penjelasan Perdana Menteri Tony Abbott kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait kasus mata-mata.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama menelepon Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas kesepakatan nuklir internasional dengan Iran yang berhasil dicapai.
Menteri Luar Negeri AS mengatakan kesepakatan yang dicapai pada hari Minggu (24/11) terkait program nuklir Iran akan membuat Israel dan Timur Tengah menjadi kawasan yang lebih aman.