"Kami percaya ASN dan publik tidak akan mudah diperdaya hanya karena itu kemudian mereka memilih petahana. Publik sudah cerdas saat ini," kata Dahnil Anzar.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai ada yang salah dengan pesan politik Menristek Dikti M Nasir soal coblos satu, bukan dua.