Penggunaan tiket harian berjaminan (THB) KRL sudah berlangsung selama satu minggu. Para penumpang memiliki tanggapan beragam mulai dari bingung dengan sistem hingga antrean yang panjang. Namun ada pula yang memuji.
PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan mendatangkan gerbong kereta yang kursinya bisa dilipat dari Jepang. Langkah ini agar lebih banyak penumpang bisa diangkut KRL saat jam-jam sibuk.
Jokowi menaiki Commuter Line bersama Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono untuk mengecek jalur layang KRL. Nantinya jika jalur ini telah jadi, tidak akan ada kendala dengan kedatangan kereta.
Penumpang Commuter Line (CL) ditargetkan mencapai 1,2 juta penumpang per hari pada 2018. Nah fasilitas park and ride di wilayah Bodetabek pun menjadi salah satu rencana yang dipikirkan PT KAI.
PT KAI telah menggusur pedagang kaki lima yang mendiami lantai dasar Stasiun Cikini dan Gondangdia. Lantai dasar kedua stasiun ini nantinya tidak akan disewakan melainkan hanya dijadikan area perkantoran stasiun untuk pelayanan.
Harga tiket Commuter Line (CL) semakin murah karena disubsidi pemerintah. Efeknya penumpang pun makin membeludak. Namun berdesak-desakan di CL itu dinilainya lebih manusiawi daripada naik KA Ekonomi yang tidak layak. Gerbong tambahan pun akan datang bertahap mulai September 2013.
Sejak tiket harian berjaminan (THB) diluncurkan pada 22 Agustus lalu, penumpang mengeluhkan antrean panjang di setiap stasiun. PT KAI memberikan pesan pada pelanggan.
Penggunaan Tiket Harian Berjaminan (THB) Commuter Line telah dilakukan sejak 6 hari lalu. Hingga saat ini, hanya 30% THB yang diuangkan kembali (refund) dari 300 ribu transaksi per hari. Di satu sisi, penjualan tiket Multi Trip malah meningkat 43%.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) bertekad memberi kenyamanan dan keamanan bagi para penumpang kereta. Salah satu yang dibenahi yakni stasiun. Sudah 64 stasiun yang ditata dan dibuat kinclong.